SMA TERPADU AL MA'SHUM MARDIYAH

Jalan Simpang Galudra No 76 Desa Galudra Kec Cugenang Kab Cianjur, 43252

We are GREATS

IBADAH

Kamis, 26 Agustus 2021 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 120 Kali

  1. Tugas Pokok Hidup Manusia

 

Manusia sebagai makhluk (ciptaan) di mana keberadaannya karena “diadakan”, tidak bisa berada dengan sendirinya. Jika demikian maka tentu saja diciptakannya itu untuk tujuan tertentu, dan yang paling mengetahui untuk apa manusia diciptakan hanya Penciptanya sendiri, Namun untungnya Dia Allah sendiri memberitakan dalam salah satu ayat firman-Nya, bahwa Dia tidak menciptakan Jin dan Manusia, kecuali hanya untuk beribadah kepada-Nya.

 

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 

 

dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka (terus menerus)menghamba (beribadah) kepada-Ku.QS.56(al-Dzariyat):56.

 

Dari lima jenis makhluk hidup, yakni Malaikat, Jin, Manusia, Hewan (binatang), dan Tumbuhan, hanya Jin dan Manusia yang penciptaannya dinyatakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Malaikat tidak disebut diciptakan untuk beribadah tetapi sebagai Rasul-rasul (utusan)[1], karena sebagai utusan yang tidak punya hawa nafsu, selalu patuh, tanpa diperintahkan ‘ibadah pun pasti akan selalu taat. Sedangkan binatang, tidak diperintah kan ‘ibadah, karena tidak memiliki ‘akal untuk memahami perintah dan menjalankannya, demikian pula tumbuhan. Dengan demikian beban ‘ibadah diberikan kepada Jin dan Manusia, karena hanya Jin dan Manusia lah yang diberi akal dan nafsu. Akal untuk memahami, memilih, serta menjalankan perintah atau meninggalkan larangan, sedangkan nafsu dorongan untuk men capai apa yang diinginkannya dalam mencapai keselamatan dan kesenangan dalam hidupnya.

Apabila jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah, konsekuensi logisnya jika mereka tidak beribadah berarti mereka tidak sesuai dengan fungsi peruntukkannya. Benda yang diciptakan ternyata tidak sesuai dengan fungsi peruntuk kannya, maka benda itu dikategorikan “rusak”, tidak berfungsi. Benda yang rusak harus diperbaiki, yakni dikembalikan kepada fungsi keberadaannya, untuk manusia diingatkan kalbunya, disadarkan akalnya, di sinilah peran utama da’wah (ajakan ke jalan Allah), dan tarbiyah (pendidikan dan pembinaan)

Ketika Allah menyeru manusia agar ber’ibadah kepadaNya sebagai Pencipta mereka juga manusia sebelumnya, Dia juga menetapkan bahwa beribadah itu agar manusia bertaqwa[2], yakni terhindar dari kehinaan dunia, dan ‘adzab akhirat. Dengan demikian jika manusia berakal ingin mulia dan selamat dunia-akhirat, harus beribadah kepada Allah, sehingga karenanya ‘ibadah itu hakikatnya bukan untuk kepentingan Allah, melainkan kepentingan hamba itu sendiri.

Di samping itu Allah menegaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia untuk beribadah itu juga, Dia sebagai penyedia sumber kehidupan dan kesenangan manusia dalam bentuk rizki,[3] sehingga dengan demikian, jika manusia sudah menerima dan menikmati rizki Allah, sementara tugas hidupnya berupa ‘ibadah kepada-Nya tidak ditunaikan, pantas saja memperoleh murka-Nya dengan diancam siksa yang amat pedih. Apa  jadinya, jika seorang karyawan yang telah menerima gaji besar, fasilitas hidup yang menyenangkan, sementara tugasnya sebagai karyawan tidak dilaksanakannya. Jadi, boleh tidak ber'ibadah kepada Allah, asal sudah tidak menerima fasilitas hidup rizki dari Allah. Oleh karena itu, orang yang sudah mati, tidak lagi diperintah beribadah.

 

[1] .QS.35(Fathir):1

[2] .QS.2(al-Baqarah) :21

[3] QS.2(al-Baqarah):22, QS.51 (al-Dzariyat):57-58

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

ENDI RUSTANDI, M.Pd

Bismillahirrohmannirrohim السلام عليكم ورحمةالله وبركاتة   Alhamdulillahi robbil alamin, kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah Anda Tahu lokasi SMAT Al Ma'shum Mardiyah

LIHAT HASIL