SMA TERPADU AL MA'SHUM MARDIYAH

Jalan Simpang Galudra No 76 Desa Galudra Kec Cugenang Kab Cianjur, 43252

YOUR BETTER FUTURE STARTS HERE

JERIT MALAM

Jum'at, 31 Agustus 2018 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 14 Kali

Karya R. Maulana Hasanudin, S.Pd.

Bagian I

Malam­, hujan menggelontor satu-satu membenturi atap kamarku, runcing hujan menghujamku pada kenangan yang telah lama terkubur, kini muncul dan menyembul kepermukaan. Hujan menetes satu-satu seperti rinduku yang bergenang basah. Rembulan merah biji saga serta gelegar halilintar menambah malam yang sakral, malam yang dipenuhi hawa mistik atas kerinduan terhadap masa lalu merebak, mencakar dan merobek hati yang telah lama mati-suri. Angin malam menampar wajah, gigil tubuh lusuh-rapuh terkena paparan percik hujan tak mampu sembunyikan akan dinginnya malam, akan ganasnya hujan disertai halilintar bak angkara murka terhadap masa lalu yang penuh dengan gelimang air mata.

Masih pukul 19:00 belum pukul 00:00 2012 belum 2030, malam baru muncul kepermukaan bagai seorang bayi baru lahir, masih terlalu dini untuk mengenang dan mengingat sesuatu yang manis-pahit akan realita suatu cinta yang telah terjadi dan terekam oleh retina. Tiada yang muskil bagi aku untuk mengkhayal bahkan mengangkangi suatu kejadian masa lalu. Ya katakan lah aku seorang penulis dan mempunyai prinsip yakni seorang penulis yang handal adalah seorang pengkhayal yang baik, apa mungkin seorang penulis menghayal dan membayangkan suatu masa lalu mengenai cinta yang telah terlalu jelas terluka bahkan membuat jiwa jauh pada Sang Pencipta.

Namaku Rangga seorang Mahasiswa jurusan Sastra Indonesia dan baru menginjak pada semester enam di salah satu Universitas yang terkenal akan susah lulus itu. Rangga mempunyai pemikiran tentang dunia yang penuh imajinatif-kreatif, hari-harinya selalu diwarnai oleh rangkaian bunyi dan warni dalam mengarungi bahtera hidup ini. Mengimplementasikan episentrum warni dalam otaknya kedalam suatu beranda kerta dan menciptakan atau berkarya akan sesuatu yang beridiomkan makna yang tersirat bahkan tersurat.

Februari, belum Maret 2030, kesibukan seorang mahasiswa sekaligus seorang penulis Rangga selalu disibukkan akan sesuatu masa lalu yang menghantui setiap detak dan denyut nadi yang mengalirkan darah kecintaannya terhadap sesosok seorang perempuan, seorang bidadari titisan surgawi yang turun ke bumi untuk menemani hari-hari dan memberikan senyum simpul bidadari yang seceria mentari, mungkin?

Mungkin Rangga termasuk orang yang ambisius bahkan tendensius terhadap sesuatu yang terjadi dalam diri, angan merebak dan membodohi daya nalar seorang Mahasiswa yang nyatanya dikatakan sebagai agen perubahan dan sebagai makhluk intelektual ketika cinta menghardik pada diri, salah besar jauh dari panggang api !.

Harum semerbak secangkir kopi tanpa ampas menepis gigil dalam tangis bumi, ku sulut sebatang lisong yang terhapit diantara dua jemari. Ku tatap rak buku-buku yang menyihir sepasang alat kamera Sang Pencipta untuk segara lekas menyetubuhi serta mencumbui lembar demi lembar, bab demi bab buku peninggalan almarhum Ayahku. Ketika itu aku membaca tentang seorang kisah mahacinta antara Sidharta Gautama dengan Kemala yang didalamnya tersurat cerita yang mengharukkan. Aku masih ingat akan buku itu.

Mungkin aku tersihir dan terhipnotis akan cerita-cerita Mahadewa-Mahabrata yang mempunyai kekuatan gaib untuk menyelesaikan sesuatu masalah yang pelik bagiku sekarang ini dengan menggantungkan harap pada dewa-dewi yang hanya sekedip mata maka permasalahanpun musnah dan sirna seketika, tapi itu mungkin salah besar, aku seorang muslim yang hendaknya bermohon hanya kepada Sang Pencipta, Sang Sutradara yakni Allah Ta’ala. Aku mencoba teduh dalam doa ketika problema menghantam jiwa. Mungkin aku ingin hidup seperti Sidharta Gautama yang memaknai peristiwa dan penderitaan adalah kehendak cinta yang sesungguhnya.

Mungkin terlalu di dramatisir problema cinta yang mengerubungi tubuh ini di sangkut pautkan kedalam kisah seorang Mahacinta yakni Sidharta, tapi beginilah adanya sulit untuk menghilangkan rasa itu, kecamuk rasa ini merongrongku dan merusak daya nalarku yang katanya jernih ini.

Pergolakan nurani semakin berkecamuk ketika kenangan itu muncul dan sesaat lagi akan menggorokku hidup-hidup, apa yang harus ku lakukan?, sudahlah aku tak tahu harus berbuat apa. Aku selalu bertanya dalam diri mengapa kenangan masa lalu selalu ku ungkit-ungkit bahkan mengingat kenangan yang milikukan ini. Nyatanya aku sudah lelah-letih akan semua ini. Mungkin aku murka akan perasaan ini yang merongrongku dan merusak akal pikiranku karena pada dasarnya masa lalu tak akan kembali, walaupun hanya sedetik jarum jam yang melaju tanpa henti.

Pukul menujukkan 23:00, aku masih berkoar dan berontak untuk melepaskan diri dari belenggu masa lalu, pada akhirnya aku kembali kepada janji kepada sunyi, yang terbungkus oleh warni pelangi, akankah itu terjadi? Ya, janji ketika itu aku berjanji dalam diri untuk segera mengembangkan sayap cinta kepada sesosok titisan bidadari yang turun ke bumi yakni kehadiran seorang wanita lain, kepada sunyi, ketika berjanji selalu saja problema dan masa lalu selalu mengahantui diri, dan akhirnya janji itu kandas dengan sendirinya dan kembali diam pada malam yang bengis nan sepi ini. Warni pelangi, ya... segala harapan segala keinginan dalam diri pasti selalu ingin berbuah suatu kabahagiaan suatu keindahan bagai warni pelangi yang menghiasi langit bumi.

Akhirnya segala sesuatu tertebas oleh waktu oleh putaran rotasi planet yang bernama bumi, galaksi-galaksi alam semesta yang menghiasi malam ini dengan penuh tetesan tangisan bumi. Dalam diri mengikrarkan hati bahwasannya aku harus menciptakan kebahagaiaan tanpa mencari sesuatu kebahagiaan, karena ku tahu dan tersadar takkan ada habisnya bila mencari kebahagiaan, karena mencari kebahagaian pada dasarkan akan mengalami kegagalan dan sakit hati dalam segala usaha karena mengharapkan dan menggantungkan kebahagiaan terhadap orang lain, tetapi lain dengan menciptakan kebahagiaan karena ku tahu menciptakan kebahagiaan tak persis seperti mencari kebahagiaan, menciptakan kebahagiaan adalah mungkin baik bagiku, karena telah terkonsep dengan baik dan memikirkan baik-buruk yang akan terjadi. Ooooo ternyata masih kurang dan salah untuk menciptakan kabahagiaan, pastinya mencari ketenaganlah yang tepat, karena menciptakan ketenangan ataupun mencari ketenangan adalah dibutuhkan oleh sesosok insan siapapun jua. Tidak akan terjadi dalam menciptakan kebahagiaan jikalau ketenangan masih belum tercapai, dan pada hakikatnya ketenangan akan berbuahkan kebahagiaan tentunya begitu.

Kini hatiku sedikit terobati oleh lembar-lembar, bab demi bab buku peninggaalan ayahku yang berserakan di altar sudut tangga lantai kamar atasku. Sadar, ya sadar dalam mengarungi bahtera hidup yang selama ini terbelenggu oleh kebususukan cinta masa lalu, aku ingin mengepakkan sayap cita yang setelah lama patah terluka, saatnya aku melintang melintasi cakrawala dengan hati berbunga serupa bunga mawar yang selalu bertengger di halaman lotengku itu, dan memberikan senyum setengah sayu terhadap dunia ini.

Tepat pukul 00:00, malam senin setelah tadi malam minggu yang menggebu yang membuat hatiku meringis pilu. Sudahlah tak perlu berbusa-busa lagi untuk menceritakan kebusukan masa lalu. Kini aku terlahir baru? Wahhh masa kok lahir baru? Kata sahabatku Gie dan Trino yang malam itu menginap di kamar lotengku. Yah begitulah menjadi seorang yang baru yang terlahir seperti bayi yang mengea di keheningan malam yang menginginkan sesuatu, ko bisa ucap kedua sahabatku ini, yoi lahir baru maksudnya terlahir akan pemikiran yang baru, harapan yang baru setelah lama kebusukan cinta itu merasuki akal pikiranku ini.

Setelah bertekad dengan keluasan jiwa yang kumiliki aku lantas pergi untuk menciptakan ketenangan-kebahagiaan dan aku harus yakin dengan didorongkan motivasi yang tinggi semua itu akan terjadi dan menuai kebahagiaan yang jelita. Yapppps sambil menghela nafas Rangga menutup katung matanya, lantas tidur untuk menanti hari esok yang gemilang.

KOMENTARI TULISAN INI

...

ENDI RUSTANDI, M.Pd

Bismillahirrohmannirrohim السلام عليكم ورحمةالله وبركاتة   Alhamdulillahi robbil alamin, kami panjatkan kehadlirat Allah SWT, bahwasannya dengan rahmat dan karunia-Nya lah…

Selengkapnya

KATEGORI

JAJAK PENDAPAT

Apakah Anda Tahu lokasi SMAT Al Ma'shum Mardiyah

LIHAT HASIL